Islam Jasmani dan Rohani?

Tuhan meminjamkan ruh kepada manusia dalam keadaan suci, bersih tanpa noda dan Tuhan akan meminta apa yang telah dipinjamkan itu untuk dikembalikan lagi kepada-Nya. Tuhan hanya mau menerima apa yang dipinjamkan tersebut dalam kondisi awal, bersih dan suci

Sebelum ajal tiba, hendaknya ruh dibersihkan terlebih dulu, diajarkan cara menyebut nama Allah sebagaimana jasmani diajarkan menyebut nama Allah.

Muhammad bin Abdullah mengajarkan jasmani orang Arab dijamannya akan kebenaran Agama Allah.

Sedangkan Rasulullah SAW sebagai rohani yang ada dalam diri Muhammad bin Abdullah mengajarkan rohani sekalian para sahabat dan manusia yang hidup zaman itu  tentang sebuah kebenaran yang hakiki.

Guru Agama mengajarkan kita  membaca al-Qur’an, menghapal hadist, mengerti cara bersuci dan hukum-hukum agama berarti jasmani kita telah belajar dan mengerti tentang agama.

Sedangkan rohani kita belum.

Ilmu untuk meng-Islam-kan manusia itu sangat gampang, dengan mengucapkan syahadat dengan keyakinan dalam hati maka dia sudah termasuk ke dalam Islam.

Sedangkan untuk mengsyahadatkan rohani (Islam secara rohani) diperlukan ilmu yang berbeda dengan cara mengajarkan jasmani.

Sama halnya dengan menyebut nama Tuhan, semua orang mengerti cara melafalkan nama Tuhan, melakukan zikir bersama itu perkerjaan sangat mudah.

Bahkan anda tidak harus menjadi seorang alim untuk bisa menyebut nama Tuhan.

Tapi apakah rohani nya sudah bisa menyebut nama Allah? Apakah rohaninya ikut menyebut nama Allah?

Ini menjadi renungan untuk kita semua, sudahkan kita ber-Islam secara Jasmani dan Rohani?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s